Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syair Tengtang Terompah Rasulullah

SYAIR TENTANG TEROMPAH RASULULLAH


[As Syaikh Yusuf bin Ismaa'il an Nabhaaniy]


Inilah gambar yang melukiskan sandal utusan Allah yang termulia * karenanya, bintang kutub utara berandai untuk menjadi tanah (tempat sandal itu berpijak).

Saingannya, seluruh langit tujuh cemburu * dan mahkota para raja pun mendengki.

Di atas kepala semesta terompah Nabi Muhammad bertahta * Maka seluruh ciptaan berada di bawah naungannya.

Tatkala di gunung Thur, Musa dipanggil,: ‘Lepaslah terompahmu’ * Namun di atas 'Arsy, (sebagai penghormatan) Rosululloh tak diperkenankan untuk melepas terompahnya.

Inilah gambar terompah al Musthofa yang tiada bandingnya * Karenanya, ruhku memperoleh ketenangan dan mataku beroleh celak (yang mendinginkan).

Maka betapa mulia gambar terompah ini * Untuknya seluruh kepala berkeinginan tik dapat menjadi kaki.

Dan ketika kulihat masa telah memangsa manusia * Kujadikan terompah junjungannya sebagai benteng perisai diri.

Aku berlindung dari masa dalam keelokan gambarnya * Dengan pagar pencegah, kuperoleh keamanan di bawah naungannya.

Sungguh aku mengabdikan diri pada gambar terompah al Musthofa * Agar aku hidup di dunia dan akhirat di bawah naungannya.

Sahabat Ibnu Mas’ud telah beruntung karena mengabdi pada sandal al Musthofa * Dan akulah orang yang beruntung karena pengabdianku pada gambarnya.


[Imam Abu Bakr al Qurthubiy rohimallohu Ta’alaa]

Dan terompah yang kita merendahkan diri dengan memuliakan karena keelokannya, dan sesungguhnya bila kita merendahkan diri padanya, maka selamanya kita akan terangkat mulia.

Maka letakkanlah ia di atas kepala (tempat belahan rambut), karena sungguh dalam hakikatnya ia adalah mahkota, walaupun terompah adalah bentuknya.

Karena (dipakai) lekuk telapak kaki makhluk terbaik, terompah itu memperoleh keistimewaan di atas mahkota, hingga kaki pun berwibawa mengalahkan kepala.

Dialah pengobat bagi orang yang terjangkit penyakit, harapan bagi yang terlantar, keamanan bagi yang ketakutan, begitulah dihitung keutamaannya.