Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenali Ruh Saat Tidur



Mengebali Ruh Saat Tidur

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Sirrul Asrar:

Mari membiasakan dzikir lisan dan kalbu setiap saat. Hidupkan kalbu dengan mengingat dan merasakan kehadiran Allah dalam diri. Mari mengenali jati diri kita saat tidur ataupun terjaga.

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.” (QS. Az-Zumar [39]: 42)

Rasulullah SAW bersabda, “Tidurnya orang Alim lebih besar pahalanya dari ibadahnya orang bodoh.” (HR. Ath-Thabarasi di Makârim Al-Akhlâq).


Menurut SyekhAbdul Qadir Al-Jailani, hal ini berlaku bagi orang yang kalbunya hidup dengan menyebut asma-asma tauhid, dengan lisan sirri tanpa huruf dan suara. Allah SWT berfirman dalam Hadis Qudsi, “Manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah rahasia manusia.”





Jadi, manusia yang mampu melihat sifat-sifat Allah SWT pada segala sesuatu yang ada dan terjadi di muka bumi ini, pasti akan melihat Dzat Allah di akhirat (Alam Lahut) tanpa perantara. Melihat sifat-sifat Allah inilah yang sering diakui oleh para wali.

Sayyidina Umar bin Khattab mengatakan, “Hatiku melihat Tuhanku dengan cahaya dari Tuhanku.”
Sayyidina Ali bin Abi Thalib juga mengatakan, “Aku tidak menyembah Tuhan yang tidak aku lihat.”





وَ الـلَّــــهُ اَعْــلَـــمْ بِالصَّــــوَاب