Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Ikhlas Itu?


"IKHLAS"
  

Ikhlas Itu;- Kata ini sudah tak asing lagi ditelinga kita juga sering terucap dimulut kita bahkan pengertian ikhlas sudah temancep dalam hati kita, yaitu melakukan amal baik hanya semata untuk Allah tanpa ada embel-embel apapun, pengertian seperti itulah yg tertancap di hati kita, selain seperti itu maka kita tak menganggap tidak ikhlas, padahal kita belum tau bahwa ikhlas itu ada berbagai tahapan.

Kita sering menemui berbagai bentuk dan cara seseorang melakukan amal-amal kebajikan diberbagai tempat, itu semua pasti tak lepas dari kontroversi dalam penilaian.
Ada penilaian positip juga yg negatif, bahkan tak jarang pula hati kita sendiri menilai negatif atas amal perbuatan dan prestasi seseorang, jika kita mau mengkaji lebih dalam sebenarnya kita ini yg salah, semua perbuatan yg jadi inti adalah niat sedangkan niat itu urusan hati dan urusan hati yg mengerti hanya Allah SWT.

Selama perbuatan itu baik dan ada niat baik pula maka hal itu juga termasuk sesuatu yg baik dan insya Allah masuk kategori ikhlas.


Berikut adalah pembagian tahapan ikhlas Ibnu Ajibah Rahimahullah berkata:

الإخلاص على ثلاث درجات: إخلاص العوام والخواص وخواص الخواص.

Ikhlas terdiri atas tiga tahapan:

1. Tahapan awam
2. Tahapan khusus
3. Tahapan khusus bil khusus

فإخلاص العوام: هو إخراج الخلق من معاملة الحق مع طلب الحظوظ الدنيوية والأخروية كحفظ البدن والمال وسعة الرزق والقصور والحور.
1. Ikhlas Awam. Ialah, melakukan perbuatan yang baik serta menginginkan bagian dunia dan akhirat, seperti kesehatan dan kekayaan, rizki yang melimpah, juga kemegahan di surga serta bidadari.

وإخلاص الخواص: طلب الحظوظ الأخروية دون الدنيوية.

2. Ikhlas Khusus. Yaitu, hanya menginginkan bagian akhirat tanpa memperdulikan bagiannya di dunia.

وإخلاص خواص الخواص: إخراج الحظوظ بالكلية، فعبادتهم تحقيق العبودية والقيامُ بوظائف الربوبية محبة وشوقاً إلى رؤيته،

3. Ikhlas Khawasul Khawas. Yaitu, melepaskan seluruh keinginan atau bagian kesenangan serta balasan dunia dan akhirat, persembahan mereka semata-mata hanya untuk merealisasikan ubudiyah sekaligus melaksanakan hak dan perintah Ke-Tuhanan (Rububiyah), karena cinta dan rindu untuk melihat Allah SWT.